Minggu, 26 Juli 2015

Quality Management System (QMS)

Sistem Management Mutu atau istilah kerennya Quality Management System (QMS) adalah salah satu pilar dari Food Safety. ISO 9000, 9001, 9004 dan 19011 adalah kitab fardu' buat tim QMS.

QMS bertanggung jawab untuk memastikan sistem jaminan mutu berjalan dengan baik, sedangkan yang menjamin mutu itu sendiri adalah petugas QC (Quality Control). Sesuai dengan pengamatan ane, QMS adalah bagian/departemen/divisi yang paling banyak ilmunya, alias gudang ilmu. Why? ya karena dari SOP (Stadard Operational Procedure), IK (Instruksi Kerja), UKL UPL / AMDAL, form-form QC, dan all of audit ada di QMS room. Namun tidak semua ilmu sih, soalnya accounting, purchasing, PPIC, Export dan HRD is not include of QMS scope.

Di sini ane merasa hoki, karena dengan ilmu yang semakin banyak, maka peluang untuk jenjang karir di intern perusahaan maupun di extern perusahaan pasti akan terbuka.


Ane memegang peranan sebagai tim yang mengurusi masalah:
- Non-conformities untuk aspek fasilitas dan peralatan (bangunan dan mesin termasuk di dalamnya),
- Handle dokumen-dokumen Engineering (mulai dari pengajuan perbaikan, pencatatan adanya kerusakan, pengajuan modifikasi peralatan, water treatment, hasil analisa air water treatment, monitoring kebersihan, penjadwalan pergantian oli dan maintenance mesin),
- Audit internal setiap bulan
- Persiapan all audit


Sekedar informasi, audit industri pengolahan perikanan (specially for shrimp) ada beberapa macam, diantaranya adalah halal, haccp, brc, bap, termasuk sosial audit smeta dan groger.

1. Halal, audit halal dilakukan oleh BPOM dan MUI, diperuntukkan bagi perusahaan2 yang menjual produk di dalam negeri. Scopenya tentu food safety, dan juga dominan ke masalah ke-halal-an all material yang digunakan. 2 kali ane jadi tim sukses halal. Alhamdulillah pass, hehehe..

2. HACCP,- jadi ingat waktu kuliah doeloe, semester 4 ane ama temen2 seperjuangan mengikuti training HACCP.

=intermezzo=
what is HACCP?

HACCP (baca:hasap) adalah sistem manajemen mutu yang dibuat dan dilakukan untuk meminimalkan bahaya. Ada 2 pilar HACCP yakni GMP (General Manufacturing Process) dan SSOP (Sanitation and Standard Operational Procedure). GMP fokus ke hal-hal yang berkaitan dengan produksi seperti alur, spesifikasi produk, dll. SSOP fokus kepada sistem sanitasi dan hygiene.

HACCP digunakan untuk meminimalisasi resiko bahaya pada tiap tahapan proses. Jangan salah sangka lho ya, HACCP bukan penjamin mutu, tapi HACCP itu untuk mengurangi resiko kontaminasi terhadap produk. Implementasinya mahal dan butuh investasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu banyak perusahaan makanan/minuman yang terkesan hanya membeli sertifikat HACCP. Dikatakan seperti itu karena pada saat audit saja mereka totalitas menerapkan HACCP, setelah audit ya se'ena'e dewe... mengingat efisiensi biaya dan efektifitas produksi (may be--)

Sebenarnya hal itu lebih kepada "awareness" top manajemen saja. Toh, untuk apa sih kita repot2 audit HACCP tapi sistemnya "cuma" dipakai saat audit? Kan lebih banyak sia-sianya daripada bergunanya.

:: Kontaminasi

Kontaminasi artinya migrasi/perpindahan bahaya dari lingkungan. Kontaminasi dikelompokkan lagi menjadi beberapa bagian: Fisik, Kimia, Biologi.

Kontaminasi fisik contohnya ya... serpihan kayu/kaca/logam/dedaunan/sobekan plastik yang terbawa saat handling. Tahap sorting bisa mereduksi resiko ini.
Kontaminasi Kimia seperti adanya zat narkoba (drug) seperti chloramfenikol (antibiotik) yang penggunaannya dilarang. Lakukan tes lab sebelum penerimaan barang dari supplier untuk mengatasi bahaya jenis ini.
Kontaminasi Biologi seperti salmonella, listeria, dll. Salmonella dan Listeria adalah momok bagi perusahaan makanan terutama perikanan. sama seperti point di atas, tes lab pada saat penerimaan barang sangat berguna.

Penjelasan secara lengkap nanti ya, ane bikin tulisan khusus HACCP.

3. BRC - British Retail Consortium,- Sesuai dengan namanya, BRC adalah asosiasi perdagangan di Inggris. Standar yang mereka buat telah banyak diadopsi di hampir seluruh negara di benua Eropa. Saat tulisan ini dibuat, BRC standard sudah sampai versi 7, artinya sudah 7 kali direvisi.

Scope BRC adalah food safety management system dan supporting quality management system. Investasinya tidak jauh beda dengan HACCP. Mahal. ^^

Di Indonesia ada 2 badan auditor yang menangani BRC (dan BAP), diantaranya adalah SGS dan Intertek. Sertifikat BRC dibutuhkan oleh supplier (buyer) untuk memudahkan mereka meyakinkan konsumen akhir bahwa produk mereka layak untuk dikonsumsi.

Untuk lebih jelasnya nanti ane tulis artikel tentang BRC.

4. BAP - Best Aquaculture Practice,- Best Aquaculture Practice tidak hanya digunakan untuk industri aquaculture saja, melainkan sudah berkembang menjadi standar untuk pengolahan dan pakan ternak. BAP diadopsi oleh market USA. Concern BAP lebih dominan masalah sosial dan lingkungan, walaupun begitu food safety masih menjadi perhatian.

Masalah perizinan lahan, dana sosial kemasyarakatan (CSR), masalah gaji, limbah, konservasi lingkungan, dll akan menjadi tugas berat perusahaan yang akan menerapkan standar BAP.

::bersambung.

1 komentar:

  1. mohon informasi, biasanya biayanya untuk pengurusan/ audit2 di atas tersebut bisa mencapai berapa ya? terima kasih

    BalasHapus