Selasa, 27 September 2016

Tibalah hari penentuan - Walmart Social Audit

26 September 2016

Hari yang sangat menggembirakan, tim BV tiba dan akan melakukan proses audit social dan akuntabilitas.
Gembira karena akan ada ilmu baru yang terserap
juga karena pasti nanti akan ada perbaikan untuk perusahaan tempat saya bekerja.

demi kemaslahatan orang banyak, hehe..

pasrah aja deh karena ini juga initial audit
dan dukungan dari top manajemen juga tidak 100%

walhasil 20 findings
12 dokumen, 8 lapangan
wow...

proses auditnya pun berjalan dengan lamaaaaa....
dari pukul 9:00 am hingga 7:30 pm

2 auditor, 2 observer
diantaranya ada senior dari Srilanka

dia yang paling strick!!


Saat ini kami disibukkan dengan corrective action plan, bagaimana caranya closing 20 finding tsb.
tentang hasil orange atau red, we'll see next 4 days,
karena yang berhak mengeluarkan hasil audit adalah Walmart sendiri...

oh.. walmart
standard tertinggi untuk social audit yang pernah kami hadapi....

Update 17 Januari 2017
Long time no blogging

And the result is....
FIRST ORANGE
the normal result of Indonesian company.

Ada suatu peraturan di Walmart yang membuat supplier2 harus berbenah. Yakni:
no business continue jika dalam 2 tahun memiliki 3 orange berturut2..
stop business with us if you're do not response our requirement!!! (kata walmart)
heuheu...

Yang paling mempengaruhi mengapa orange adalah aspek fire safety dan social.
Me and team are working on it. Hope next audit on March 2017 we'll get yellow..
Aamiin..

Update 31 Maret 2017
By the end of 2017, Walmart tidak akan audit lagi buat fish and crustacean plant. Sebagai ganti mereka menargetkan semua suppliernya BAP 4 stars!
mantap!
yuh 4 stars digebeeerrr......

Rabu, 03 Agustus 2016

Best Aquaculture Practice (BAP) - Shrimp Aquaculture

3 kali sudah kami mensukseskan audit BAP tambak di salah satu lokasi di Lampung. Alhamdulillah, sepertinya sudah lebih paham dengan standard ini.

Dewasa ini Processing Plant ingin memiliki BAP bintang 4. Bintang 4 artinya adalah dari:
- Hatchery
- Feed factory
- Aquaculture company
- Processing plant
semuanya memiliki sertifikat BAP
dari hulu ke hilir..

Mengapa dan apa tujuan mereka berlomba-lomba memiliki bintang 4?
Karena tuntutan supplier dan buyer.
Dengan tujuan supaya produk mereka lebih bisa diterima konsumen internasional yang semakin sadar akan: food safety, social dan environment.

Intinya agar produk yang processing plant hasilkan lebih laku.
Business itu pasti melulu masalah duit...
lol

Kali ini saya akan share aspek apa saja sih yang kudu dipenuhi oleh pihak tambak udang agar lulus audit BAP. Ini dia daftarnya:

Senin, 11 April 2016

Walmart Standard

Juni 2016 ntar giliran walmart datang

We now are super sibuk mempersiapkan kelayakan fasilitas terutama yang ada hubungannya dengan "Fire Safety". Walmart sangat peduli dengan safety, buktinya, setiap perusahaan supplier walmart, mereka diaudit fire safety dulu, food safety urusan belakangan.. what a good company... (thumbs)

Just share standard fire safety mereka:

A. FIRE SAFETY
1. Peta Evakuasi
-Ada
-Tanda “anda di sini”
-Sesuai dengan denah pabrik
-Ditulis dengan bahasa Indonesia
-Dipasang di tempat yang dianjurkan
-Dipasang di setiap area produksi
-Dipasang di area yang berkonsentrasi tinggi
-Dipasang di dekat pintu masuk tangga

2. Jalur evakuasi
-Ditandai dengan tanda petunjuk arah
-Bersinar/berpendar
-Tidak terhalang oleh apapun

3. Emergensi exit
-Ditandai dengan emergency exit
-Berpendar
-Exit = dalam bahasa Indonesia

4. Pintu emergensi
-Tidak dihalangi apapun
-Tidak terkunci
-Terdapat pijakan minimal 1 meter sebelum melangkah

5. Jendela emergensi exit
-Tidak terhalang
-Tidak terkunci
-Terdapat pijakan di sisi jalan keluar

B. TRAINING FIRE SAFETY
1. Training emergensi action plan termasuk:
-Mencegah kebakaran
-Prosedur evakuasi
-Penggunaan APAR
-Diberikan kepada seluruh personel setiap 6 bulan
-Diberikan kepada personil baru minimal 1 minggu setelah pertama kerja
-Didokumentasikan

2. Simulasi insiden/evacuaton drills
-Dilakukan 1 tahun sekali (yang memiliki sprinkler atau hydrant
-Dilakukan sekurang2nya 3 bulan sekali (yang tidak memiliki sprinkler / hydrant)
-Didokumentasi
-Diberikan kepada semua lantai dan semua shift
-Diberikan kepada seluruh penghuni bangunan secara bersama-sama

3. Dokumentasi latihan evakuasi harus mencakup
-Tanggal simulasi
-Jumlah partisipan
-Waktu evakuasi

4. Personel tanggap darurat
-Ada di setiap shift, lantai dan bangunan
-Minimal 2 orang per shift
-Mengenakan pakaian khusus personel tanggap darurat

5. Personel tanggap darurat diberikan training, minimal tentang:
-Pemberitahuan kebakaran atau keadaan darurat
-Pelaporan kejadian kepada pihak pemadam kebakaran
-Membantu proses evakuasi pekerja
-Memverifikasi smua pekerja telah dievakuasi
   
C. FACILITY MEASURES (PENILAIAN GEDUNG/FASILITAS)
1. Alarm Kebakaran
-Harus ada
-Ada di area yang tidak occupied by facility
-Terdapat indicator kerusakan di control panel
-Berbunyi
-Terdapat lampu sirine di area bising
-Terkoneksi dengan power dari genset
-Diinspeksi setiap bulan
-Estimasi jarak tempuh ke pintu emergensi harus sesuai dengan standar

2. Pintu emergensi cadangan
-Di lokasi yang berlawanan dengan pintu emergensi pertama
-Bisa diakses melalui jalur yang berdiri sendiri

3. Lampu emergency
-Lampu emergensi dikoneksikan dengan power dari genset

4. Pintu Emergensi
-Berengsel 1 sisi
-Terbuka in the direction of travel dengan single motion
-Tidak tertutup secara otomatis saat menaiki tangga
-Bisa dioperasikan

5. Gedung bertingkat
-Memiliki sekurang-kurangnya 2 rute emergensi secara vertical
-Memiliki tangga yng tertutup

6. Titik Kumpul
-Tersedia
-Ditandai di peta evakuasi
-Diletakkan di setiap rute evakuasi
-Diletakkan di lokasi yang aman
-Tidak terhalang
-Tidak digunakan untuk penyimpanan

7. Ruang childcare (menyusui)
-ada di lantai dasar atau di lokasi yang terpisah dari area produksi

D. PERLINDUNGAN KEBAKARAN
1. APAR
-Tersedia di tiap lantai
-Tersedia di setiap ruangan produksi
-Tersedia di area yang digunakan untuk menyimpan bahan yang dilabeli “flammable”
-Berjarak di atas 1.5 meter (5 kaki) di atas tanah hingga ke ujung APAR
-Tidak terhalang oleh apapun
-Tidak diisi ulang berlebihan dan tidak kurang

2. Inspeksi APAR
-Dilakukan setiap bulan
-Dilakukan setiap tahun oleh pihak ke 3
-Didokumentasikan

3. Fasilias
-Memiliki system sprinkler
-Memiliki control panel yang diset menjadi otomatis jika terdapat pompa
-Memiliki system hydrant

4. Inspeksi sprinkler / hydrant
-Dilakukan setiap 3 bulan sekali (internal)
-Dilakukan setiap tahun oleh pihak ke3
-Didokumentasikan

5. Supply air untuk system sprinkler dan hydrant
-Disimpan di tank suction, elevated, atau reservoir
-Tidak kosong
-Termonitor dengan water level gauge
-Inspeksi kecukupan/kelayakan setiap bulan

6. Fasilitas/gedung
-Harus bisa diakses oleh tim pemadam kebakaran
-Gerbang terkunci dan memiliki petugas
-Gedung adalah tempat tinggal sebelum menjadi fasilitas industri

E. PENCEGAHAN KEBAKARAN
1. Bahan” yang berlabel berbahaya, mudah terbakar
-Tidak disimpan di ruang produksi
-Tidak disimpan di dekat sumber pengapian
-Tidak disimpan di atap bangunan
-Disimpan di container yang berlabel anti-static
-Ada ground
-tidak lebih banyak disimpan di ruang produksi dibanding gudang penyimpanannya

2. Training penanganan bahan berbahaya dan mudah meledak
-Diberikan kepada staff yang bekerja dengan bahan” tersebut atau yang ada di dekat bahan” tersebut
-Didokumentasikan

3. Instalasi kabel elektrik
-Tidak rusak/ exposed
-Tidak ada sambungan

4. Inspeksi kabel
-Dilakukan tiap bulan
-Didokumentasikan

5. Pekerja yang merokok
-Merokok di area merokok
-Tidak merokok di tempat penyimpanan bahan yang mudah meledak
-Area merokok harus ada APAR atau ventilasi

6. Inspeksi Fasilitas/Gedung
-Dilakukan setiap bulan
-Didokumentasikan

7. Tim keamanan kebakaran
-Tersedia
-Mencakup manajemen dan pekerja
-Mencakup perwakilan area yang berbahaya rendah hingga area bahaya tinggi
-Dokumentasi meeting ada

8. Dokumentasi fire safety:
-Harus ada
-Tidak kadaluarsa

9. Harus memiliki minimal salah satu dari:
-Dokumentasi persetujuan pembangunan
-Sertifikat dari teknisi sipil
-Zoning permit/izin area tidak kadaluarsa

Kamis, 07 April 2016

Pass Both of Social Audit (SMETA and KROGER)



March 7th 2016

Dengan persiapan maksi dan patut disyukuri hasilnya..$%#@??? intinya lulus..
ber-rempong ria dengan Smeta/Sedex
dan gak cuma 1 hari itu audit..
3 hari coooooy.... the longest audit I ever joined..

capek,
tapi semua itu terbayar karena we pass it..

Tinggal sibuk ngurus CAP
Corrective Action Plan

Next.. fokus alihkan ke social audit berikutnya: KROGER
Scopes are almost same,, both of them..
tapi ternyata code of conduct Kroger is not as simple as we imagine...

dalem juga ...

Trus kami dapat bocoran temuan other company yang pake Kroger..
gila..
Critical Finding nya ga cuma 1
and that critical could happen to our company..
karena preparenya yang sebentar...

yah,, hanya mengucap bismillah semoga dilancarkan audit Kroger..

April, 4th 2016

Saat itu pun datang, itu auditor udah nongol aja jam 7 pagi di depan gerbang..
jempol buat mereka...
opening meeting
kesan pertama, mereka amatlah berpengalaman dan berwawasan.

Skip memory...We stuck bro
Kroger is a lot more harder than Smeta..

Sebagai pembelajaran aja dah
Berbagai masukan kami terima juga untuk menghadapi ujian yang lebih besar Juni kelak...
WALMART..

addition:
share dikit scope Kroger

Under age labour, Labour it self, Discrimination, Discipline rule, Working hour, Salary, HSE, Bipartit, Environment, Business Ethic, Sub-contract, Compliance.

Jumat, 19 Februari 2016

Kalibrasi Timbangan

Di Perusahaan makanan baik skala menengah maupun atas pasti ada tahapan penimbangan. Terlebih di pengolahan udang, ada banyak sekali step penimbangan.
Timbang penerimaan barang, timbang setelah deheading, timbang setelah cuci, timbang lagi setelah sortir, timbang setelah peel dan setelah freezing.

Semua timbangan itu kudu/harus dikalibrasi minimal per tahun dengan jasa pihak ke-tiga (BBIA, badan metrologi dan geofisika, dll).

Selain kalibrasi eksternal per tahun, diharuskan juga ada kalibrasi internal per 3 bulan.
Untuk apa harus dikalibrasi internal?
Untuk memastikan timbangan memiliki nilai koreksi sesuai ambang batas.

Apa itu nilai koreksi?
Nilai yang didapat setelah kalibrasi. Nilai ini digunakan untuk menambah/mengurangi nilai yang terbaca di display. Misal, nilai koreksi timbangan adalah + 1 gram. Hasil penimbangan udang 1 tanggok (yang terbaca di display) adalah 534 gram, maka nilai masa sebenarnya adalah 535 gram.

Begitu...

Lalu bagaimana cara kalibrasi internal?
Langkah2:
1. Siapkan anak timbangan 1 kg yang sudah dikalibrasi eksternal.
2. Siapkan timbangan yang akan dikalibrasi.
3. Usahakan ruang kalibrasi memiliki suhu dan kelembaban yang normal dan tidak ada gangguan.
4. Letakkan Anak timbangan di pan timbangan (ada 5 titik: tengah, kiri, kanan, atas, bawah).
5. Catat hasil timbangan sebagai M (Masa)
6. Angkat anak timbangan dan catat display sebagai Z (Zero)
7. Lakukan pengulangan per titik sebanyak 10 kali. Sehingga didapatkan 50 data pengukuran.

selesai.

bagaimana perhitungannya?
bersambung...

Kamis, 18 Februari 2016

Persiapan Menuju SMETA (Sedex Member Ethical Trade Audit)

SMETA itu apa?
adalah sebuah organisasi non profit yang bertujuan untuk membentuk etika bisnis yang baik.

Scope smeta apa?
Smeta concern ke masalah sosial dan safety "plus" lingkungan.

Gaji karyawan, lembur, ada tidaknya potongan, bagaimana upah harian dan borongan, fasilitas alat pelindung diri bagaimana, trus ada lagi intalasi listriknya gimana, ada izin genset tidak, forklift ada izinnya tidak, dll...

manualnya tebel...

preparenya luar biasa
dari training ke karyawan, instalasi listrik, hydrant, apar, APD, perizinan... dll

ah, semoga nanti lolos SMETA,
abis smeta lolos, nunggu GROGER, trus audit CENSEA, trus CISCO, trus HALAL, trus BAP farm.... wow..

ganbatte team QMS first marine...
ganbatte to me!!!!